Kamis, 24 November 2011

NFS (Network File System)

NFS


I.            TUJUAN
a.    Mahasiswa dapat memahami manfaat / penggunaan dari network file system (NFS).
b.    Mahasiswa dapat melakukan instalasi dan konfigurasi NFS server dan NFS client pada sistem operasi  unix/linux
c.    Mahasiswa mampu membuat sharing direktori /data pada network dengan NFS.


II.          PENDAHULUAN
NFS atau Network File System adalah sebuah protokol berbagi pakai berkas melalui jaringan. NFS ini meng-share file ataupun resource melalui network atau jaringan tanpa peduli sistem operasi yang digunakan apa. Misalnya A menggunakan Windows, B menggunakan Unix, A dan B bisa mengakses file atau data yang sama dengan menggunakan teknologi NFS ini. Tentunya kadang misalnya di A atau B butuh software khusus, misalnya di Windows butuh NFS client. Pengertian NFS populer di kalangan Unix, untuk istilah NFS di Windows lebih dikenal dengan nama CIFS atau Common Internet File System, kalau kita share di Windows, protokol yang digunakan ya ini CIFS.
·         NFS merupakan sebuah protokol sharing yang menggunakan paradigma client server. Jadi untuk menggunakan NFS, perlu adanya server yang akan memungkinkan folder di share dan client yang di gunakan untuk mengakses folder.
Network File System (NFS) merupakan protokol sistem file jaringan yang awalnya dikembangkan oleh 
Sun Microsystem pada tahun 1984. Dengan menggunakan NFS, komputer di jaringan dapat mengakses hard disk di kom[puter lainnya seolah di hard disk komputer sendiri. NFS dikembangkan berbasis pada sistem Open Network Computing Remote Procedure Call(ONC RPC). Implementasi standar NFS biasanya seperti item-item berikut ini:
1. Server akan mengimplementasikan daemon NFS (dijalankan sebagai nfsd secara default).NFS ini akan berjalan dan memungkinkan data yang di-share tersedia dan bisa diakses oleh client.
2. Administrator server berhak menentukan bagian-bagianyang di-share. Semuanya akan diletakkan di file/etc/export command exportfs.
3. Administrator security di server memungkinkan hanya client yang valid yang dapat mengakses file NFS yang di-share.
4. Konfigurasi jaringan memastikan bahwa client bisa mengakses melalui sistem firewall.
. Request dari client harus ada untuk mengekspor data, biasanya menggunakan command mount.
6. Jika semua berjalan lancar, user dari client bisa melihat dan berinteraksi dengan file di jaringan seolah-olah berinteraksi di komputer sendiri.
NFS Server
Merupakan komputer/host yang menyediakan sistem file(via direktori) yang dapat diakses oleh komputer lain.
Langkah server adalah :
a. Menyiapkan direktori yang akan di-share.
b. Kemudian melakukan konfigurasi sharing direktori yang sudah disiapkan .
NFS Client

Merupakan komputer/host yang memanfaatkan sistem file yang disediakan oleh NFS Server.
Sedangkan langkah client adalah
a. Menyiapkan direktori yang dipakai untuk menampung sharing direktori dari server.
b. Kemudian melakukan konfigurasi pengambilan file lewat sharing dengan tempat penampungan telah disiapkan di langkah a.

Untuk melakukan hal tersebut NFS client memakai UDP (User Datagram Protocol) untuk mengirim permintaan/request I/O melalui jaringan dengan menggunakan Remote Procedure Call (RPC). Request ini akan diterima oleh NFS Server melalui proses daemon yang bernama nfsd.
RPC adalah layanan (service) yang dikendalikan oleh suatu program yang disebut portmap. Untuk melakukan proses sharing dan mount pada NFS, terdapat beberapa layanan yang bekerja secara bersama-sama yaitu :

nfs — menjalankan proses RPC untuk melayani permintaan sistem file NFS.
nfslock — layanan tambahan yang menjalankan proses RPC untuk mengijinkan NFS client untuk mengunci file pada server.
portmap — layanan RPC pada Linux yang merespon semua permintaan layanan RPC dan melakukan koneksi ke layanan RPC yang diminta.

Berikut ini adalah proses-proses RPC yang bekerja bersama-sama di belakang layar untuk memfasilitasi terjadinya layanan NFS

rpc.mountd — proses ini menerima permintaan mount (pengaktifan
device/direktori) dan melakukan proses verifikasi sistem file yang dieksport. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.
rpc.nfsd — ini adalah proses utama NFS server yang bekerja pada kernel Linux untuk memenuhi kebutuhan NFS client .
rpc.lockd — merupakan proses tambahan yang mengijinkan NFS client untuk mengunci file pada server.
rpc.statd — Proses ini menjalankan Network Status Monitor (NSM) yaitu protokol RPC yang memberikan pesan kepada NFS client pada saat NFS server dijalankan ulang (restart). Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.
rpc.rquotad — Proses ini menyediakan informasi kuota pemakai (user quota) untuk remote user. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.




III.  CARA PENGINSTALAN

NFS SERVER

1. Login ke sistem Linux sebagai root.
2. Catatlah, berapa nomer IP dan nama host dari PC yang anda gunakan. Setelah itu, juga catat nomor IP komputer client (gunakan perintah ifconfig dan hostname).
3. Pastikan bahwa komputer server yang anda gunakan sudah terhubung ke komputer client (gunakan perintah ping).
4. Pastikan bahwa komputer server telah terhubung ke internet atau jaringan local (jaringan local yang memiliki linux server), digunakan untuk update Repository.

5. Tentukan file atau folder yang akan di-share

Untuk menginstal NFS Server, maka gunakanlah perintah :

# apt-get install portmap nfs-kernel-server

Editlah file exports (etc/sxports)  dengan memasukkan nama file atau folder yang akan di share dengan melakukan perintah :

# nano/etc/exports

Contoh : /home 10.16.200.182 (rw,sync,no_subtree_check) ini merupakan file / folder dari nfs server yang akan dishare.
Keterangan :

·         10.16.200.182 di atas merupakan ip client yg di share
·         rw (read/write), agar client dapat baca/tulis di file server
·         ro (read only), hanya dapat membaca pd file yg di share
·         sync , merespon hanya sebagai sebuah request. Sync tidak akan melayani request yang lain bila request yg satu belum selesai.
·         No_subtree_check, menonaktifkan secara keseluruhan folder secara detail.
Setelah itu meng-eksports file/folder yang akan di share dengan menuliskan perintah :
            # exportsfs –ra
Setelah itu restart portmap dan nfs kernel servernya :
# etc/init.d/portmap restart
#etc/init.d/nfs-kernel-server restart


NFS CLIENT

Gunakan perintah seperti di bawah ini :
# apt-get install portmap nfs-common

Setelah selesai, editlah etc/hosts.deny dengan perintah :
# nano/etc/hosts.deny

Maka akan tampil hasil : Portmap:ALL, artinya memblock semua service dari semua host.

Mengedit/etc/hosts.allow dengan perintah :
# nano/etc/hosts.allow

Maka akan tampil hasil
Portmap:10.14.200.16 , pada hasil edit tersebut terdapat IP komputer yang digunakan sebagai NFS server. IP NFS server tersebut adalah 10.14.200.16.

Lalu buatlah folder pada komputer client untuk menaruh hasil share pada home nya.
Setelah itu tulislah perintah ini :
# mount server_IP:/folder_yang_di_share (spasi) /folder_yang_akan_menyimpan_folder_dari_NFS_server
Contohnya adalah # mount 10.14.200.16:/home /home/nfs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar